Rabu, 27 November 2019

Doa sholat tahajud dan Dzikir sholat tahajud

Amalan yang dilakukan sebelum sholat tahajud
sebelum melaksanakan Sholat tahajud sebaiknya kita awali dengan sholat sunnah 2(dua) raka'at ringan  hal ini sesuai dengan riwayat


اِذَقَا مَ اَحَدُكُمْ مِنَ اللَّيْلِ فَلْيَفْتِحُ صَلاَتَبِرَكَعْتَيْنِ خَفِييْفَتَيْنِ
"apabila salah seorang diantaramu bangun malam maka hendaklah memulai sholatnya dengan dua raka'at yang ringan"

dalam riwayat lain juga disebutkan bahwa Rasulullah saw sebelum melaksanakan sholat sunnah tahajud Beliau membukanya dengan sholat sunnah 2 (dua) rakaat ringan

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ لِيُصَلِّىَ افْتَتَحَ صَلاَتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْن

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak melaksanakan shalat malam, beliau buka terlebih dahulu dengan melaksanakan shalat dua rak’at yang ringan.”

Sebelum melaksanakan sholat tahajud ada baiknya kita meminta ampun atas dosa-dosa yang kita lakukan karena di waktu inilah waktu yang mustajab bagi kita untuk memanjatkan do'a

لَا اِ لٰهَ اِلّاَ اَنْتَ سُبْحَا نَكَ اَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِى وَاَسْأَ لُكَ رَحْمَتَكَ اَللّٰهُمَّ زِدْنِى عِلْمًا وَلَا تُزِغْ قَلْبِى بَعْدَ اِذْهَدَ يْتَنِى وَهبْلِىْ مِنْلَدُنْكَ  رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ اْلوَ هَّابُ

 Laa ilaha illa anta subhanaka astaghfiruka lidzanbii was-aluka rahmatik. Allahumma zidnii 'ilman walaa tuzigh qolbi ba'da idzhadatanii wa hablii min ladunka rohmatan innaka antal wahhaab.
Artinya

"Tiada Tuhan melainkan Engkau Maha Suci Engkau aku memohon ampun kepadamu dari dosa-dosaku dan aku memohon RahmatMu ya Allah, tambahkanlah pengetahuanku dan janganlah Engkau belokan hatiku sesudah Engkau berikan hidayah kepadaku  Berikanlah rahmat kepadaku dari sisiMu karena Engkau adalah Maha Pemberi"
dibaca sebanyak yang kita bisa Jika ingin mengetahui tentang bacaan dan niat sholat tahajut klik disini

amalan sholat tahajud

Doa setelah solat tahajud

doa setelah selesai sholat tahajud
 Allahumma lakalhamdu anta qayyimus samawati wal ardli wa man fii hinna wa lakalhamdu LAKA MULKUS samaawati wal ardli wa man fiiihinna wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardli walakal hamdu antal haqqu wawa' dukal haqqu wa liqaa'uka haqqun wa qauluka haqqun wal jannatu haqqun wannaru haqqun wannabiyyuna haqqun wamuhammadun haqqun shallallaahu 'alaihiwassalama haqqun wassa'atu haqqun allahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa'alaika tawakkaltuwa ilaika anabtu wabika khasamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qaddamtu wamma akhhartu wamma asratu wamma a'lantu antal muqadimmu wa antal mu'akhiru LAA ILAAHA ILLA ANTA AULAA ILAAHA GHAIRUKA WALAA haula walaa quwatta illa BILLAH

"Ya Allah bagiMu segala puji Engkau penegak langit dan bumi serta sela isinya Bagimu segala puji Engkau Raja Penguasa langit dan bumi serta segala isinya dan bagiMulah segala puji Engkau cahaya langit dan bumi dan bagiMulah segala puji Engkau benar janjiMu benar pertemuan denganMu benar firmanMu benar surga itu benar neraka itu benar para Nabi itu benar Nabi Muhammad saw itu benar dan hari kiamat itu benar wahai Allah padamulah juga aku berserah diri dengan-Mu aku beriman kepada-Mu aku bertawakal kepada-Mu aku kembali kepada-Mu aku rindu kepada-Mu aku berhukum oleh karena itu ampunilah dosa-dosaku baik dosa yang terdahulu maupun dosa yang akhir yang tersembunyi dan yang tampak Engkau Dzat yang terdahulu dan Dzat yang terakhir tidak ada Tuhan kecuali hanya Engkau atau tidak ada Tuhan kecuali Engkau serta tidak ada daya dan kekuatan kecuali hanya dengan ijin Engkau"

 selesai membaca doa diatas kemudian perbanyaklah membaca istighfar seperti berikut :

istighfar sholat tahajud
 Allahumma aanta rabbi laa ilaaha ilaa anta khalaqtanii wa anna 'abduka wa anna 'alaa 'ahdika wawa'dika mastatha'tu a'uudzubika minsyarri maa shana'tu abuu-uka bini'matika 'alayya wa abuu-u Laka bidzanbii faghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta

"Ya Allah! Engkau adalahTuhanku tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Engkau Dzat yang menjadikan kami dan kami adalah hamba-Mu dan kami pun dalam ketentuan-MU serta janji-Mu semampu apa yang telah kami lakukan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan apa saja yang kami perbuat kami mengakui kenikmatan yang telah Engkau berikan kepada kami dan kami juga mengakui dosa kami karena itulah berilah ampunan kepada kami sebab sesungguhnya tidak ada yang bisa memberi ampunan kecuali hanya engkau"

 Dzikir untuk shalat tahajud
untuk melengkapi dan menyempurnakan sholat tahajud sebaiknya dilanjutkan dengan membaca dzikir berikut
1. Membaca istighfar 100 kali

dzikir tahajud
Astaghfirullah 'adhiima wa atuubu ilaihi
"kami memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung dan kamipun bertaubat kepada-Nya

2. Membaca shalawat 100 kali

dzikir sholat tahajud
 Allahuma shalli 'ala sayyidina muhammadin wa 'ala aali sayyidina muhammad
"Ya Allah limpahkanlah kesejahteraan kepada penghulu kami Muhammad dan keluarganya
3. kemudian bertawasul kepada Rasulullah saw beserta sahabat dan keluarga beliau, Syekh Abdul Qadir Jaelani, Syekh Ahmad Ad-Dharbi, kedua orangtua dan kepada seluruh kaum muslimin dan muslimat

4.Membaca Asmaul Husnah
 seperti berikut sebanyak 100 kali
YAALATHIFU YAA M'IZZU YAAHAMIIDU YA JALILU (100X)

 5. BERDOALAH sesuai kebutuhan



Selasa, 26 November 2019

niat sholat tahajud beserta bacaan sholat dan artinya

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Amalan sebelum melaksanakan sholat tahajud
Rasulullah bersabda :

مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ، وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُوْمَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ، فَغَلَبَهُ النَّوْمُ حَتَّى يُصْبِحَ، كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى، وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Barangsiapa yang naik ke atas ranjangnya sedang ia telah berniat untuk bangun melakukan shalat di malam hari, namun ia tertidur hingga waktu Shubuh, maka ditulis baginya pahala apa yang ia niatkan dan tidurnya itu adalah sedekah dari Rabb-nya.”(HR.Ibnu Majah dan Nasa'i)

sebelum melaksanakan sholat tahajud dianjurkan dengan mengawali sholat 2 (dua) rakaat yang ringan
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ لِيُصَلِّىَ افْتَتَحَ صَلاَتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ
"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak melaksanakan shalat malam, beliau buka terlebih dahulu dengan melaksanakan shalat dua rak’at yang ringan.”

Dalam riwayat lain
 
اِذَقَا مَ اَحَدُكُمْ مِنَ اللَّيْلِ فَلْيَفْتِحُ صَلاَتَبِرَكَعْتَيْنِ خَفِييْفَتَيْنِ
"apabila salah seorang diantaramu bangun malam maka hendaklah memulai sholatnya dengan dua raka'at yang ringan"

Dzikir sebelum melaksanakan sholat tahajud
Apabila masih mengantuk dianjurkan membaca :

لَا اِ لٰهَ اِلّاَ اَنْتَ سُبْحَا نَكَ اَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِى وَاَسْأَ لُكَ رَحْمَتَكَ اَللّٰهُمَّ زِدْنِى عِلْمًا وَلَا تُزِغْ قَلْبِى بَعْدَ اِذْهَدَ يْتَنِى وَهبْلِىْ مِنْلَدُنْكَ  رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ اْلوَ هَّابُ
 Laa ilaha illa anta subhanaka astaghfiruka lidzanbii was-aluka rahmatik. Allahumma zidnii 'ilman walaa tuzigh qolbi ba'da idzhadatanii wa hablii min ladunka rohmatan innaka antal wahhaab.
"Tiada Tuhan melainkan Engkau Maha Suci Engkau aku memohon ampun kepadamu dari dosa-dosaku dan aku memohon RahmatMu ya Allah, tambahkanlah pengetahuanku dan janganlah Engkau belokan hatiku sesudah Engkau berikan hidayah kepadaku  Berikanlah rahmat kepadaku dari sisiMu karena Engkau adalah Maha Pemberi"



Niat dan Bacan Sholat Tahajud
Berikut ini tatacara sholat tahajud secara berurutan :
1. Niat sholat tahajud
niat sholat tahajud
Ushalli sunnatat tahajudi rok'ataini lillahita'ala
"Aku berniat sholat tahajud dua raka'at karena Allah Ta'ala"
2.Takbiratul Ihram mengucapkan Allahu Akbar disertai mengangkat kedua tangan kemudian membaca doa iftitah


niat sholat tahajud
 Allahu Akbar, kabiiraw wal hamdu lillahi katsiran wa subhaanallahibukratan wa ashilan,inii wajjahtu wajhiya lil ladzi fatharas samaawati wal ardla haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin, inna sholati wa nusukii wa mahyaaya wa mamaati lillaahirabbil 'aalamina la syarikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina

"Allah Maha Besar lagi maha sempurna kebesaraNya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, serta Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang sesengguhnya aku menghadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi, dalam keadaan tunduk dan berserah diri dan aku bukanlah termasuk golongan orang-orang yang musyrik (menyekutukan Allah) Sesungguhnya sholatku,ibadahku hidup dan matiku semata-mata hanya untuk Allah,Tuhan semesta alam tidak ada sekutu bagiNya dan aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri kepadaNya"

Rasulullah saw juga pernah membaca doa iftitah seperti dibawah ini


niat sholat tahajud
Allahumma baa'adta bainal masyriqi wa bainaa khataa yaaya, kammaa baa'adta bainal masyriqqi wal maghribi Allahumma naqqinii min khathayaaya kamaa yunaqqats tsaubul abyadhu minad danasi Allahumma aghsilni min khataayaaya bil maa'i wats-tsalji wal baradi

"Ya Allah, jauhkanlah dari kesalahan dan dosa sejauh antara timur dan barat Ya Allah bersihkanlah aku dari kesalahan dan dosa bagaikan bersihnya kain putih dari kekotoran ya Allah, sucikanlah kesalahanku dengan air dan air salju yang sejuk"

3. Membaca Surat Al-Fatihah
niat sholat tahajud

Bismillahirahmaanirahiim alhamdulillaahi rabbil 'aalamina arrahmanir rahiimi maalikiyaumiddiina iyyaka na'budu wa iyyaakanasta'iinu ihdinaash shiraathal mustaqiima shiraathal laadzina an'amta 'alaihim ghairl maghdluubi 'alaihim walaadlaalinaa- Aamiin

"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam yang menguasai hari pembalasan hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu pula kami memohon pertolongan tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalanya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka bukan jalan yang dimurkai dan bukan (pula) jalan mereka yang sesat. semoga Allah mengabulkan permohonanku"

di lanjutkan membaca Surat atau Ayat Al-Qur'an yang dihafal

4. Ruku' yaitu diawali dengan mengangkat kedua tangan sambil membaca takbir kemudian membungkuk dianjurkaan membaca:

Subhana Rabiyal'adhimi wa bi hamdih (3X)
"Maha Suci Allah Tuhanku yang Maha Agung dan aku memuji kepadaNya (3x)" 

5.Iktidal bangkit dari ruku' dengan mengangkat kedua tangan sisertai membaca lafal :
niat sholat tahajud
Samii'Allahuliman hamidah
"Allah mendengar orang yang memujinya"
setelah itu ke dua tangan di turunkan dari badan dalam keadaan tegak lurus lalu membaca
Rabbana lakalhamdu mil-us samaa waati wamil-ul-ar-dli wa mil-umaa syi'ta min-syai-in ba'du
"Ya Allah ,Tuhan kami bagiMu segala puji sepenuh langit dan bumi dan sepenuh sessuatu yang Engkau kehendaki sesudah itu"

6.Sujud setelah i'tidal kemudian dilakukan sujud sambil membaca takbir (Allahu akbar) seperti tersungkur dan meletakan dahi dan telapak tangan ke bumi kedua kaki seperti memanjat 
lafal yang di baca ketika sujud :


niat sholat tahajud
Subhaana robbiyal a'laa wa bihamdihi (3X)
"Maha Suci Tuhanku lagi Maha Tinggi dan aku memujiNya" 

7. Duduk iftirasy (duduk antara dua sujud) sesudah selesai mengucapkan tasbih kemudian, bangun dengan mengucapkan takbir lalu duduk diantara dua sujud pada waktu seperti itu di anjurkan membaca lafadz seperti berikut

niat sholat tahajud
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'ni warzuqni wahdinii wa'aafinii wa;fu 'anni
 "Wahai tuhanku ampunilah dosaku belas kasihanilah aku cukupilah kekuranganku angkatlah derajatku berilah rejeki kepadaku berilah petunjuk kepadaku berilah kesehatan kepadaku dan berilah ampunan kepadaku"

8.Sujud Ke-dua dengan posisi dan bacaan yang sama seperti sujud pertama 


niat solat tahajud


Subhaana robbiyal a'laa wa bihamdihi (3X)
"Maha Suci Tuhanku lagi Maha Tinggi dan aku memujiNya" 
setelah selesai sujud kedua dilanjutkan sepereti cara nomor 1 hingga 8 contoh diatas ialah contoh melaksanakan sholat satu raka'at tanpa takhiyat akhir 
9. Duduk terakhir untuk membaca tahiyat
posisi duduknya yaitu kaki kiri dimasukan ke kaki kanan sehingga pantat dapat menyentuh lantai telapak kaki tegak dan jari-jari kaki kanan menjejak ke lantai sehingga ujung teelapak kaki kanan menghadap ke bawah posisi tangan sama dengan keetika melakukan duduk tasyhadul awal apa bila posisi tasyhadul akhir sudah sempurna maka membaca 
Attahiyatul mubarakatush shalawatut thayyibatulillah assalaamu'aalaika ayyuhaannabiyyyu warahmatullahi wabarakatuh assalamu'alaina wa'ala 'i baa dilahissalihin  asy hadu anlaa ila haailallah wa asy hadu anna mukhammadarasullulah allhuma shalii 'alaa sayidina mukhammad wa a'la aliy sayyidina mukhamad kamashallaita'ala sayidina ibrahim wa'ala aliy sayyidina ibrahim wabarik a'la sayyidina mukhammad wa'ala aliy sayyidina mukhammad kama barakta'ala sayyidina ibrahim wa'ala aliy sayyidina ibrahim fill 'alamina innaka hamidunmajiidun

"segala kehormatan ,keberkahan, kebahaagiaan dan kebaikan adalah milik Allah, semoga keselamatan tetap dilimpahkan kepadamu wahai Nabi Muhammad teriring Rahmat dan berkahnya semoga pula keselamatan atas kita dan atas hamba-hamba yang shalih Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah Ya Allah llimpahkanlah rahmat kepada junjungaan kami Nabi Muhammad dan berilah rahmat kepada keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engKau telah memberi rahmat kepada junjungan kami Nabi Ibrahim dan keluarganya dan limpahkanlah berkat atas Nabi Muhammad beserta keluarganya sebagaimana Engkau telah memberi berkat kepada Nabii ibrahim dan keluarganya di seluruh alam Engkaulah yang Maha Terpuji dan Maha Mulia







panduan mengerjakan solat tahajud

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Waktu Pelaksanaan sholat tahajud adalah mulai sholat isya' sampai sepertiga malam yang akhir
Rasulullah SAW. bersabda :

اَقْرَ بُ مَايَكُوْنُ اْلعَبْدُمِنَ الرَّبِ فِى جَوْ فِ اللَّيْلِ الْاَخِيْرِفَاِنِ اسْتَطَعْتَ اَنْتَكُوْنَ مِمَّنْ يَذْ كُرُ اللّٰهَ
فِتِلْكَ السَّا عَةِ فَكُنْ
Sedekat-dekatnya  hamba kepada Allah adalah pada tengah malam yang terakhir.jika engkau bisa masuk kedalam golongan orang yang berdzikir kepada Allah pada saat itu maka lakukanlah (HR.Hakim)

 يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ
Allah Maha Suci lagi Maha Agung turun ke langit dunia di sepertiga malam yang akhir dari malam dan berfirman : 
 Siapakah yang berdoa kepadaku, maka aku akan mengabulkannya, Siapa yang meminta kepadaku, maka aku akan memberikannya. Siapa yang memohon ampun kepadaku maka akan Aku ampuni. (HR. Bukhari-Muslim)

waktu mengerjakan sholat tahajud

 Waktu Untuk Melaksanakan Sholat Tahajud
 waktu ditetapkanya untuk melaksanakan sholat tahajud (Sholatul Lail) sejak waktu isya' hingga waktu subuh (sepanjang malam) sebagaimana terdapat seperti pada hadits-hadits diatas sholat tahajud dilaksanakan setelah tidur walau sebentar adapun ulama membagi waktu tahajud menjadi 3 (tiga) yaitu :
  1. pada sepertiga malam yang pertama, yaitu antara pukul 19.00 hingga pukul 22.00, ini waktu yang utama
  2. pada sepertiga malam yang kedua, yaitu antara pukul 22.00 hingga pukul 01.00, ini waktu yang lebih utama
  3. pada sepertiga malam yang terakhir, yaitu antara pukul 01.00 hingga masuuknya waktu subuh, ini adalah waktu yang paling utama
Menurut keterangan hadits yang sahih, saat di kabulkanya do'a adalah pada sepertiga malam yang terakhir hal ini bersandar pada sahabat Abu Dzar "Di waktu yang manakah yang lebih utama kita mengerjakan sholat malam?" 
Sahabat abu dzar menjawab aku telah bertanya kepada Rasulullah SAW sebagaimana yang kau tanyakan kepadaku ini Lalu Rasulullah SAW bersabda : "perut malam yang masih tinggi adalah sepertiga yang akhir . Sayangnya sedikit sekali orang yang melaksanakanya"(HR Ahmad)

Jumlah Rakaatnya
jumlah rakaat sholat tahajud minimal dua rakaat sedang jumlah maksimal terjadi perbedaan pendapat antara ulama baca disini
Rasulullah pernah mengerjakan sholat tahajud sebanyak 
  • 10 rakaat ditambah 1 rakaat witir 
  • 8 rakaat ditambah 1 rakat witir 
  • 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir
kesimpulanya dalam melaksanakan sholat tahajud sebaiknya ditambah dengan sholat witir, sholat tahajud ini hendaknya di kerjakan 2 raka'at  (2 raka'at salam) sedangkan sholat sunnah witir jika dikerjakan lebih dari satu rakaat, misalnya 3 rakaat boleh dikerjakan sekaligus dengan satu salam, boleh pula dikerjakan 2 raka'at dahulu kemudian 1 raka'at sisanya
صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَٰى مَثْنَٰى فَاِ ذَا خَشِيَ اَحدُ كُمُ الصُّبْحُ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدةً تِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلّىَ

Sholat malam itu adalah 2 rakaat apabila kamu khawatir akan masuknya waktu subuh maka berwitirlah satu rakaat saja (penutupanya) sholat yang telah kamu lakukan sebelumnya 
 (HR. Bukhari dan Muslim)

Witir secara bahasa berarti ganjil. Hal ini sebagaimana dapat kita lihat dalam sabda Nabi saw.
 

إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ
Sesungguhnya Allah itu Witr dan menyukai yang witr (ganjil).” (HR. Bukhari no. 6410dan Muslim no. 2677)

 Namun ada pendapat yang cukup menarik dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah bahwa shalat witir itu wajib bagi orang yang punya kebiasaan melaksanakan shalat tahajud. Dalil pegangan beliau barangkali adalah sabda Nabi saw,


 اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرً
 Jadikanlah akhir shalat malam kalian adalah shalat witir. (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751)

Jumlah raka’at shalat tahajud yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 11 atau 13 raka’at. Dan inilah yang menjadi pilihan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Aisyah mengatakan:
 


مَا كَانَ يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً ، يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثً
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 raka’at. Beliau melakukan shalat empat raka’at, maka jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat empat raka’at lagi dan jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat tiga raka’at.”

Ibnu ‘Abbas mengatakan :

كَانَ صَلاَةُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً . يَعْنِى بِاللَّيْلِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat malam 13 raka’at. ”
 
Zaid bin Kholid Al Juhani mengatakan :
 
لأَرْمُقَنَّ صَلاَةَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- اللَّيْلَةَ فَصَلَّى. رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَهُمَا دُونَ اللَّتَيْنِ قَبْلَهُمَا ثُمَّ أَوْتَرَ فَذَلِكَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً

“Aku pernah memperhatikan shalat malam yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun melaksanakan 2 raka’at ringan. Kemudian setelah itu beliau laksanakan 2 raka’at yang panjang-panjang. Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at yang lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at lagi yang lebih ringan dari sebelumnya. Beliau pun lakukan shalat 2 raka’at yang lebih ringan dari sebelumnya. Kemudian beliau lakukan shalat 2 raka’at lagi yang lebih ringan dari sebelumnya. Lalu terakhir beliau berwitir sehingga jadilah beliau laksanakan shalat malam ketika itu 13 raka’at.” Ini berarti Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan witir dengan 1 raka’at.23

Amalan sebelum sholat tahajud
 Rasulullah saw bersabda : 
 

مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ، وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُوْمَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ، فَغَلَبَهُ النَّوْمُ حَتَّى يُصْبِحَ، كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى، وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ.
“Barangsiapa yang naik ke atas ranjangnya sedang ia telah berniat untuk bangun melakukan shalat di malam hari, namun ia tertidur hingga waktu Shubuh, maka ditulis baginya pahala apa yang ia niatkan dan tidurnya itu adalah sedekah dari Rabb-nya.”(HR.Ibnu Majah dan Nasa'i)
 

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ لِيُصَلِّىَ افْتَتَحَ صَلاَتَهُ بِرَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika hendak melaksanakan shalat malam, beliau buka terlebih dahulu dengan melaksanakan shalat dua rak’at yang ringan.”
  
Apabila masih merasa mengantuk, maka dianjurkan membaca do'a dibawah ini

لَا اِ لٰهَ اِلّاَ اَنْتَ سُبْحَا نَكَ اَسْتَغْفِرُكَ لِذَنْبِى وَاَسْأَ لُكَ رَحْمَتَكَ اَللّٰهُمَّ زِدْنِى عِلْمًا وَلَا تُزِغْ قَلْبِى بَعْدَ اِذْهَدَ يْتَنِى وَهبْلِىْ مِنْلَدُنْكَ  رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ اْلوَ هَّابُ
Laa ilaha illa anta subhanaka astaghfiruka lidzanbii was-aluka rahmatik. Allahumma zidnii 'ilman walaa tuzigh qolbi ba'da idzhadatanii wa hablii min ladunka rohmatan innaka antal wahhaab.
 
Tiada Tuhan melainkan Engkau Maha Suci Engkau aku memohon ampun kepadamu dari dosa-dosaku dan aku memohon RahmatMu ya Allah, tambahkanlah pengetahuanku dan janganlah Engkau belokan hatiku sesudah Engkau berikan hidayah kepadaku  Berikanlah rahmat kepadaku dari sisiMu karena Engkau adalah Maha Pemberi




 
 

Senin, 25 November 2019

Keutamaan Sholat Tahajud dan Keistimewaanya

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Arti dari sholat tahajud adalah sholat sunnat yang dikerjakan di malam hari setelah terjaga dari tidur.sholat tahajud termasuk sholat sunnat mu'akad (sholat yang dikuatkan oleh sara') sholat tahajud dikerjakan sedikitnya dua raka'at dan tentang jumlah maksimal rakaat pada sholat tahajud terdapat perbedaan pendapat diantara para ulama

Berikut uraian perbedaan pendapat para ulama tentang jumlah maksimal rakaat pada sholat tahajud 

1.menurut ulama Hanafiyah, jumlah maksimal rakaat tahajud adalah delapan rakaat. Dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah disebutkan sebagai berikut;
فقال الحنفية: منتهى ركعاته ثماني ركعات. قال ابن الهمام الظاهر أن أقل تهجده صلى الله عليه وسلم كان ركعتين , وأن منتهاه كان ثماني ركعات
“Ulama Hanafiyah berkata, ‘Jumlah maksimal rakaat shalat tahajud adalah delapan rakaat. Ibnul Himam berkata, ‘Yang tampak bahwa jumlah paling sedikit shalat tahajudnya Nabi Saw adalah dua rakaat, sementara paling banyaknya adalah delapan rakaat.” 

2. menurut ulama Malikiyah, jumlah maksimal rakaat tahajud adalah sepuluh atau dua belas rakaat. Dalam kitab al-Mausu’ah al-Fiqhiyah disebutkan sebagai berikut;
وقال المالكية : أكثره عشر ركعات أو اثنتا عشرة ركعة
“Ulama Malikiyah berkata, ‘Jumlah maksimal rakaat shalat tahajud adalah sepuluh atau dua belas rakaat.”

3.menurut ulama Syafiiyah dan Hanabilah, jumlah maksimal rakaat tahajud tidak ada batasnya. Karena itu, seseorang boleh melakukan shalat tahajud dengan jumlah rakaat berapapun, tanpa batas jumlah rakaat tertentu. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad, Thabrani dan al-Hakim dari Abu Zar dan Abu Umamah, Nabi Saw bersabda;
الصَّلَاةُ خَيْرُ مَوْضُوعٍ، فَمَنْ شَاءَ اسْتَقَلَّ، وَمَنْ شَاءَ اسْتَكْثَرَ
“Shalat adalah sebaik-baik ibadah yang telah ditetapkan. Karena itu, boleh seseorang melakukan sedikit sesukanya dan boleh memperbanyak sesukanya.”

sholat tahajud

Allah SWT. bangga terhadap orang yang melaksanakan sholat tahajud sebagaimana dalam firmanya "Wahai malaikat-KU, lihatlah hambaku yang bangun dari tempat tidurnya dan menyingkapkan selimutnya di antara kekasihnya dan keluarganya untuk menghidupkan malam karena mengharap pahala dari sisiKU dan belas kasih dariKu" (HR Ahmad ,Abu Ya'la, dan Ath Tabrani)

Dalam Al-Qur'an disebutkan:
solat tahajut
“Dan pada sebahagian malam, lakukanlah shalat Tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat ke tempat yang terpuji”(QS Al-Isra'79)


“Hai orang yang berselimut, bangunlah pada sebagian malam (untuk sholat), separuhnya atau kurangi atau lebihi sedikit dari itu. Dan bacalah Al-Qur’an dengan tartil.” (QS. AlMuzammil: 1-4)

Rasulullah SAW. bersabda :

sholat tahajut
"kerjakanlah sholat malam, sebab hal itu merupakan kebiasaan orang-orang yang sholat sebelumu dan suatu jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, serta sebagai penebusan kejelekanmu pencegah dosa daan dapat menghalau penyakit dari badan"(HR Turmudzi dan Ahmad)

Dalam riwayat lain disebutkan 


solat tahajud
"Di malam hari ada saat yang apabila ada seorang muslim memohon kepada Allah, akan kebaikan dunia dan akhiratnya Allah pasti akan mengabulkannya. Begitulah halnya setiap malam  
(HR Imam Ahmad dan Imam Muslim)

Keistimewaan Sholat tahajud

Rasulullah SAW. suatu hari bersabda : "Barangsiapa mengerjakan sholat tahajud dengan sebaik-baiknya dan dengan teratur maka Allah SWT akan memberikan 9(sembilan) macam kemuliaan 5(lima) macam kemuliaan didunia dan 4(empat) macam kemuliaan di akhirat

5 (lima) keutamaan  didunia tersebut, adalah :
  1. Akan dipelihara oleh Allah SWT dari segala macam bencana
  2. Tanda ketaatanya akan tampak dimukanya
  3. Akan dicintai oleh semua hamba Allah yang shalih dan dicintain oleh semua manusia 
  4. Lidahnya akan mampu mengucapkan kata-kata yang mengandung hikmah 
  5. Akan dijadikan orang yang bijaksana yakni diberikan pemahaman dalam agama
4 (empat) Keutamaan di akhirat
  1. Wajahnya berseri ketika bangkit dari kubur dihari pembalasan nanti
  2. Akan mendapat keringanan ketika di hisab 
  3. Ketika menyeberangi jembatan Shiratal Mustaqim bisa melakukanya dengan sangat cepat sepperti halilintar yang menyambar
  4. Catatan amalnya diberikan dengan tangan kanan
Dari Abu Yusuf yaitu Abdullah Ibn Salam ra. berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda:
وَعَنْ أبي يوسف عبد الله بن سلام رضي الله عَنْه قَالَ : سمعت رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول
  
fungsi sholat tahajud
 ( وَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْح )
"Hai sekalian manusia, sebarkan salam, berilah makanan, hubungkanlah sanak keluarga,dan dirikanlah shalat ketika orang-orang sedang tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat." (HR al-Tirmizi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadits sahih) 

Dalam riwayat lain disebutkan
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163, dari Abu Hurairah).

Minggu, 17 November 2019

Awal Musafir Boleh Melakukan Qashar

Awal Musafir Boleh Melakukan Qashar

Awal Musafir Boleh Melakukan Qashar

Seorang musafir sudah boleh memulai melaksanakan shalat Qashar apabila ia telah keluar dari kampung atau kota tempat tinggalnya. Ibnu Munzir mengatakan, “Saya tidak mengetahui Nabi menjama’ dan mengqashar shalatnya dalam musafir kecuali setelah keluar dari Madinah”.


Awal Musafir Boleh Melakukan Qashar
(2824,2791,1628,1626,1476,1473,1471)


Awal Musafir Boleh Melakukan Qashar





(690)
Awal Musafir Boleh Melakukan Qashar

Dan Anas menambahkan, Saya shalat Dhuhur bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah empat rakaat dan di Dzulhulaifah (sekarang Bir Ali berada di luar Madinah) dua rakaat, (HR: Bukhari Muslim).

Penyatuan Jama' dan Qashar
Seorang yang menqashar shalatnya karena musafir tidak mesti harus menjama' shalatnya begitu juga sebaliknya. Karena boleh saja ia mengqashar shalatnya dengan tidak menjama’nya, seperti melakukan shalat Dzuhur 2 rakaat diwaktunya dan shalat Ashar 2 rakaat di waktu Ashar. Atau menjama' shalat tanpa qashar, seperti shalat dhuhur dan ashar masing-masing 4 rekaat baik djama' taqdim maupun ta'khir. Atau menjama' dan menqashar sekaligus. Hanya saja menurut Jumhur Ulama, qashar bagi musafir adalah lebih afdhal

Ada pendapat ulama mengenai seorang musafir tetapi dalam keadaan menetap tidak dalam perjalanan, seperti seorang yang berasal dari Malang bepergian ke Sumatera, selama ia di sana ia boleh mengqashar shalatnya dengan tidak menjama’nya sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi ketika berada di Mina. Walaupun demikian boleh-boleh saja dia menjama’ dan mengqashar shalatnya ketika ia musafir seperti yang dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berada di Tabuk. Pada kasus ini, ketika dia dalam perjalanan lebih afdhal menjama’ dan mengqashar shalat, karena yang demikian lebih ringan dan seperti yang dilakukan oleh Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun ketika telah menetap di sulewesi  lebih afdhal menqashar saja tanpa menjama'nya. Wallahu a'lam.

Jama'ah antara Musafir dan Muqim
Seorang musafir boleh berjamaah dengan Imam yang muqim (tidak musafir). Begitu juga ia boleh menjadi imam bagi makmum yang muqim, dengan ketentuan:
  • Kalau dia menjadi makmum pada imam yang muqim, maka ia harus mengikuti imam dengan melakukan shalat Itmam (tidak mengqashar), ketika dia mengikuti dari awal. Namun bila dia mengikuti di pertengahan maka dia boleh melakukan qashar. Prinsipnya makmum tidak boleh mendahului imam, maka makmum tidak boleh salam ketika imam belum salam, namun bila imam sudah salam maka makmum boleh salam, meskipun dia shalat dua rekaat (qashar) pada imam yang empat rekaat (itmam). Hal in berdasarkan pengertian hadits berikut:
Awal Musafir Boleh Melakukan Qashar

Juga berdasarkan pada keumuman hadits nabi:

jl leces no 7 kebonagung-pakisaji malang

…Sesungguhnya seorang imam ditunjuk untuk diikuti, maka janganlah kamu sekalian menyelisihinya. Apabila ia (imam) takbir maka takbirlah,  apabila ia ruku’ maka ruku’lah dan apabila mereka sujud maka sujudlah…”  (HR Bukhari)

Ketika seorang musafir menjadi Imam maka boleh saja mengqashar shalatnya, dan makmum menyempurnakan rakaat shalatnya setelah imammya salam. Berdasarkan hadits berikut:

“Wahai penduduk Makkah, sempurnakanlah sholatmu, karena sesungguhnya kami adalah sekelompok musafir” (HR Malik)

Shalat Sunnah bagi Musafir

Dianjurkan bagi musafir untuk tidak melakukan shalat sunah rawatib (shalat sunah sesudah dan sebelum shalat wajib), karena Nabi tidak pernah melaukan itu ketika safar, Kecuali shalat witir dan Tahajjud, karena Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu melakukannya baik dalam keadaan musafir atau muqim. Dan begitu juga dibolehkan melakukan shalat-shalat sunah yang ada penyebabnya seperti shalat Tahiyatul Masjid, shalat gerhana, dan shalat janazah. Wallahu a’lam bis Shawaab. Hal ini berdasarkan hadits:   

yayasan al-maansoer malang(1054,1050,1047,1045,1044,955)

yayasan almansoer leces kebonagung malang

(700)

  • Pensyaratan qashar adalah adanya safar dan shalat empat rakaat menjadi dua rakaat saja.
  • Qashar merupakan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan sunnah Al-Khulafa Ar-Rasyidun dalam perjalanan mereka
  • Qashar bersifat umum dalam perjalanan haji, jihad dan segala perjalanan untuk ketaatan. Para ulama juga memasukkan perjalanan yang mubah. Menurut An-Nawawy, jumhur berpendapat bahwa dalam semua perjalanan yang mubah boleh dilakukan qashar. Sebagian ulama tidak membolehkan qashar dalam perjalanan kedurhakaan. Yang benar, rukhshah ini bersifat umum dan sama untuk semua orang.
  • Kasih sayang Allah terhadap makhlukNya dan keluwesan syari’at ini, yang memberi kemudahan dalam beribadah kepada makhluk. Karena perjalanan lebih sering mendatangkan kesulitan, maka dibuat keringanan untuk sebagian shalat, dengan mengurangi bilangan rakaat shalat. Jika tingkat kesulitan semakin tinggi seperti karena memerangi musuh, maka sebagian shalat juga diringankan.
  • Perjalanan di dalam hal ini tidak terbatas, tidak dibatasi dengan jarak jauh. Yang lebih baik ialah dibiarkan menurut kemutlakannya, lalu rukhshah diberikan kepada apapun yang disebut perjalanan. Pembatasanya dengan tempo tertentu atau jarak farsakh tertetntu, tidak pernah disebutkan di dalam nash. Syaihul Islam Ibnu Taimiyah berkata : “Perjalanan tidak pernah dibatasi oleh syari’at, tidak ada pembatasan menurut bahasa. Hal ini dikembalikan kepada tradisi manusia. Apa yang mereka sebut dengan perjalanan, maka itulah perjalanan

Sabtu, 16 November 2019

Hukum menjamak ketika hujan

Hukum menjamak ketika hujan

adakalanya seseorang mendapati dirinya dalam kondisi yang sulit untuk melaksanakan kewajibanya,baik karena kondisi pribadinya maupun karena keterbatasan waktu. sebagai agama rahmatan lil 'alamin, islam tidak memaksakan kewajiban kepada pemeluknya untuk melakukan sesuatu  amal di luar batas kemampuanya. bahkan dalam kondisi tertentu islam memberikan rukhshah atau keringanan kepada orang yang mendapatkan kondisi-kondisi tertentu yang menyulitkannya untuk melaksanakan kewajibanya. di syariatkanya jama' dan qashar misalnya, semakin menampakan keindahan dan keluwesan  agama islam di saat seseorang dalam kondisi tertentu, kemudahan sholat jama' dan qashar diberikan kepada orang yang bersangkutan artikel ini mengutip dari sumber buku fatwa lengkap syaikh abdullah bin baaz tentang sholat jama' dan qashar

Hukum menjamak ketika hujan

Pertanyaan : apa pendapat anda tentang menjama’’ antara maghrib dan isya’ pada saat sekarang ini di kota-kota , sedangkan jalan-jalan bagus  beraspal tidak ada kesulitan dan tidak ada lumpur?

Jawaban : tidak ada salahnya menjama’ maghrib dan isya’ Dzuhur dan ashar menurut pendapat yang paling shahih dari dua pendapat ulama karena hujan yang memberatkan keluar masjid demikian pula jalanan licin dan air di pasar-pasar menyulitkan dasar mengenai hal itu adalah hadits yang di sebutkan dalam ash-Shahihan dan Ibnu Abbas Bahwa Nabi Muhammad menjama’ di madinah antara dzuhur dan ashar antara maghrib dan isya’

Bahwa nabi menjama’ di madinah antara sholat dzuhur dan ashar antara maghrib dan isya’ bukan karena ketakutan,hujan atau sedang bepergian  Hal itu menunjukan bahwa para sahabat sudah sama mengetahui bahwa ketakutan dan hujan adalah udzur untuk menjama’ sebagaimana safar. Tetapi tidak boleh mengqashar dalam keadaan ini dan yang di bolehkan hanyalah menjama’ saja karena mereka bermukim bukan musafir qashar adalah salah ssatu rukhsah dalam safar secara khusus dan Allahlah yang berwenang memberikan Taufiknya

Pertanyaan ke-2

Pertanyaan  : bagaimana ketentuan menjama’ dua sholat saat hujan atau dalam kondisi hujan?

Jawaban   : Jika Udzur boleh menjama’ yaitu sakit dan musafir demikian pula saat hujan lebat menurut pendapat yang paling shahih dari dua pendapat ulama boleh menjama’ Dzuhur dan Ashar seperti maghrib dan isya’ sebagian ulama melarang menjama’ Dzuhur dan Ashar di dalam daerah karena hujan dan semisalnya seperti  jalanan licin yang menyebabkan kesulitan 

Dan yang dibenarkan itu boleh menjama’ seperti maghrib dan isya’ jika hujan lebat dan menggelincirkan yang menyebabkan kesulitan jika ia menjama’ Dzuhur dan ashar dengan jama’ taqdim maka tidak apa-apa seperti maghrib dan isya’ baik menjama’ di awal waktu maupun di tengah waktu yang penting jika ada sesuatu yang menyulitkan mereka

Yaitu mmereka di masjid dalam keadaan hujan lebat dan pasar-pasar menyulitkan mereka berjalan karena terdapat lumpur dan air maka mereka tidak apa-apa menjama’ jika mereka tidak menjama’ mereka mendapatkan udzur melaksanakan sholat di rumah mereka karena air menggenang dimana-mana dan ada lumpur

Pertanyaan ke-3  

Pertanyaan : beberapa hari yang lalu sebagian imam masjid menjama’ sholat maghrib dan isya’ setelah turun hujan ringan yang tidak menyebabkan kesulitan akibat turunya hujan tersebut  bagaimana hukumnya wahai Samahah  Syaikh apakah sholat mereka sah ataukah harus mengulangi sholat mereka?

Jawaban : tidak boleh menjamak dua sholat karena udzur syar’i seperrti safar,sakit dan hujan yang menyebabkan pakaian basah dan menyebabkan suatu kesulitan seperti lumpur adapun orang yang menjamak sholat maghrib dan isya’ ataupun dzuhur dan ashar udzur syar’i maka itu tidak boleh dan ia wajib mengulangi sholat yang ia dahulukan sebelum waktunya hal ini berdasarkan sabda nabi

Barang melakukan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dari perkara (agama) kami, maka tertolak  (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Barangsiapa mengada-adakan dalam urusan agama kami ini apa yang bukan berasal darinya maka ia tertolak (HR Muslim1718)

Dengan demikian diketahui bahwa kewajiban setiap muslim ialah berusaha agar seluruh ibadahnya selaras dengan syariat yang suci dan berhati-hati dari menyelisihi hal itu semoga Allah member Taufik kepada semua kaum musliminuntuk memahami agama dan teguh diatasnya






Sumber : buku fatwa lengkap Syaikh Bin Baaz tentang Shalat jama' & Qashar


Top